Senin, 24 Mei 2010
Faktor dan Pencegahan Anak Mengompol (Enuresis)
- Anak masih mengompol pada usia > 6 tahun
- Air kencing anak berbau tidak biasa dan mengeluhkan rasa sakit atau nyeri ketika selesai mengompol
- Anak lebih sering kencing dari biasanya
- Ngompol disertai buang air besar di celana
- Anak masih sering mengompol pada siang hari
Faktor anak mengompol
- Dapat terjadi karena anak sakit dan minum obat atau bahan tertentu yang dapat mengganggu gangguan kandungan kemihnya.
- Anak tidak terbangun karena malas ketika sudah merasakan sinyal untuk buang air kecil
- Anak belum dapat menganggap bahwa kebersihan merupakan kebutuhan untuk dirinya.
Pencegahan Anak Mengompol
Orang tua sebaiknya mengajarkan kepada anak agar menyukai kebersihan dan selalu mengingatkan anak untuk ke kamar mandi. Secara wajar anak akan berhanti mengompol pada usia 1 tahun. Setelah itu ajarkan pada anak agar bias membersihkan diri setelah buang air kecil. Latihan ke kamar mandi sebaiknya dilakukan sebelum anak bisa berjalan. Diharapkan dari latihan anak dapat mengontrol kandungan kemihnya agar tidak mengompol.
Daftar Pustaka :
Yatim Faisal. 2005. 30 Gangguan Kesehatan Pada Anak Usia Sekolah. Jakarta:
Pustaka Populer Obor
Nocturnal Enuresis (Mengompol Pada Anak)
Ngompol merupakan masalah pada anak yang sering ditemukan. Tidak jarang ditemukan pada anak yang sudah remaja. Biasanya hal ini terjadi pada laki – laki. Hal ini karena tahapan dalam perkembangan fase anal kurang berjalan dengan baik. Dimana toilet training kurang diterapkan oleh orang tua.
Anak umumnya sudah dilatih buang air kecil pada umur 3 – 4 tahun. Sehingga pada umur 5 tahun anak sudah dapat pergi ke toilet sendiri tanpa selalu dibantu orang tua. Namun sekitar 30% anak umur 4 tahun dan 10% anak usia 6 tahun takut untuk ke kamar mandi sendiri terutama pada waktu malam hari.
Cara orang tua menghadapi anak yang mengompol :
- Jangan memarahi dan menghukum anak yang mengompol
- Anjurkan pada anak agar tidak banyak minum 2 jam sebelum tidur
- Ingatkan anak agar buang air kecil sebelum tidur
- Berikan motivasi pada anak agar tidak malu dengan perasaannya
- Anjurkan anak agar mengganti pakaiannya sendiri dan alas tidurnya sendiri ketika mereka mengompol
- Jelaskan pada anak bahwa cara ini bukan membiarkan mereka untuk mengompol tapi untu dapat mengurangi kebiasaan mereka mengompol.
Daftar Pustaka :
Pustaka Populer Obor
Sabtu, 15 Mei 2010
LANGIT DAN CERITA BINTANG
Tetap bintang dapat bercerita kepada langit
Langit tak dapat berkomentar
Langit hanya bisa mendengarkan dan mengeluarkan senyum indahnya
Mendengarkan cerita bintang
Tentang betapa bahagianya
Ketika bintang berbagi kebahagiaan
Dengan selalu bersinar dan bercahaya selamanya
Di hati siapapun
KEHIDUPAN
Dewi malam mulai tersenyum kepadaku
Kurasakan angin malam yang sesejuk sang rembulan
Yang selalu menemani bintang - bintang
Mereka akan segera berlalu
Awan pagi selembut kapas putih yang bertebaran
Tanda dari dewi pagi mulai datang menyambutku
Rumput – rumput menari dengan begitu eloknya
Ia mulai berbisik kepadaku
Akankah kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh senyuman dan keceriaan
Selalu menanti kita sepanjang hari
Tanpa adanya kesedihan yang datang di hari – hari yang telah lalu
Dan hatiku menjawab
Kita dapat menjalani hidup ini
Karena hari ini dan esok mungkin akan lebih baik dari yang lalu
Sedikitlah menengok ke belakang
Karena dari masa lalu kita dapat belajar
Dan mengerti arti hidup yang sesungguhnya
PERSAHABATAN
Mereka juga merupaka anugerah bagi diriku
Susah dan senang kita lalui bersama
Tanpa kita mengenal waktu kita lalui bersama
Walau kita sudah bertahun – tahun bersahabat namun kalian mengerti akan diriku
Meski kita saling berselisih paham tapi kita tetap satu
Tempat berbagi keluh kesah
Tempat berbagi kebersamaan
Tempat berbagi kebahagian
Tempat dimana kita saling menjaga
Tempat dimana kita saling mengerti satu sama lain
Tempat kita mewujudkan mimpi – mimpi kita
Walau kita tak tersatukan namun kita dapat bersatu di hati
Dan akan tetap bersama selamanya hingga nantinya
Love U always My Best Friend..
KASIH
Saat ini yang kuingin hanya melihat terangnya sinar sang surya
Tersenyum lebar dengan anggunnya
Mendengar burung – burung bernyanyi dengan riangnya
Menikmati arti dan indahnya dunia
Tanpa harus memikirkan apa yang terjadi
Kasih.....
Kapan kau akan datang
Kapan kau membawa impianku
Yang telah lama kutunggu
Asperger
Pada tahun 1944, Hans Asperger mempublikasikan tesis doctoral miliknya yang menggambarkan empat anak laki – laki yang benar – benar tidak lazim dalam kemampuan berinteraksi, linguistic, dan kognitifnya. Kemudian dikembangkan pada tahun 1981, Lorna Wing adalah tokoh pertama yang menggunakan Sindrom Asperger. Ia menggambarkan sekumpulan anak dan orang dewasa yang memiliki karakteristik autistic klasik serupa dengan deskripsi Hans Asperger. Ia menggunakan istilah ‘psikopatik autistik’ sebagai suatu kelainan kepribadian.
Hans Asperger menggambarkan anak – anak tersebut sebagai orang yang memiliki interaksi social sangat minim, kegagalan berkomunikasi, dan minat – minat khusus. Leo Kanner menggambarkan ekspresi anak autistme lebih parah dibandingkan Hans Asperger yang lebih memiliki kecakapan.
Lorna Wing ( Burgoine dan Wing, 1983 ) menjelaskan bahwa ciri – ciri klinis utama Sindrom Asperger sebagai berikut :
- Ketiadaan empati
- Naif, serba salah dan interaksi hanya satu arah
- Hanya sedikit memiliki kemampuan dalam persahabatan
- Ucapannya bersifat menonjolkan pengetahuannya atau berulang
- Peyerapan luar biasa pada subjek – subjek tertentu
- Miskin komunikasi nonverbal
- Koordinasi gerakan tubuh kurang baik
Pada tahun 1990, Sindrom Asperger dianggap sebagai varian autism dan kelainan perkembangan pervasive yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi perkembangan kecakapan dalam rentang yang luas. Sindro Asperger dianggap sebagai suatu subkelompok dalam spectrum autistic dan memiliki kriteria diagnosis tersendiri dan lebih umum.
Referensi :
Atwood Tony. 2005. Sindrom Asperger. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.